Wowinfo

News update all over the world

Perempuan Italia Ini Berkeringat Darah

Seseorang wanita Italia mempunyai keadaan langka hematohidrosis dimana badannya keluarkan keringat darah. Hal semacam ini dirasakannya sepanjang tiga th. paling akhir, hingga muka serta telapak tangannya keluarkan darah tanpa ada luka atau ruam kulit. Pendarahan ini berjalan satu sampai lima menit, bahkan juga lebih lama bila wanita 21 th. ini tengah emosional. Laporan mengenai keadaan langka inii dipublikasikan di Canadian Medical Association Journal. Menurut National Institutes of Health's Genetic and Rare Diseases Information Center (GARD), wanita ini didiagnosis keadaan langka dimana darah merembes dari kulit.

Keadaan begini telah teridentifikasi mulai sejak beratus-ratus tahun kemarin. Keadaan ini betul-betul ada, walau sedikit yang teramati, kata pakar histori medis serta hematologi di Queen's University di Kingston, Ontario, Jacalyn Duffin. Hingga sekarang ini belumlah ada yang tahu penyebabnya keadaan itu. Sebagian peneliti berhipotesis kalau penambahan desakan pada pembuluh darah mengakibatkan pelepasan sel darah lewat saluran kelenjar keringat. Beberapa peneliti menyimpulkan keadaan ini mungkin saja karena aktivasi tanggapan fight of flight badan yang biasanya berlangsung saat seorang alami ketakutan atau tertekan.

f:id:funtech:20171101054215j:plain

Tanggapan ini menyebabkan pelepasan hormon spesifik yang buat seorang lebih siaga, tetapi dalam masalah langka bisa mengakibatkan pecahnya pembuluh darah kecil, hingga berlangsung pendarahan. Aristoteles pada era ke-3 sebelumnya masehi sempat mendeskripsikan keringat darah ini. Duffin mengatakan sebagian rujukan mengenai keringat darah ini berlangsung mengenai momen penyaliban Kristus. Pada 1600, satu laporan saksi mata temukan masalah hematohidrosis pertama. Dalam satu tahun lebih paling akhir, nampaknya ada penambahan laporan masalah hematohidrosis mulai sejak 2013, menjangkau 18 masalah.

Keseluruhannya, kata Duffin, ada 42 masalah hematohidrosis yang terdaftar dalam literatur medis mulai sejak 1880. Wanita Italia ini menyebutkan tak ada satu juga penyebab pendarahannya. Peristiwa ini mungkin dirasakannya saat tidur atau saat berolah raga. Keadaan ini mengakibatkan wanita Italia ini terisolasi dengan sosial. Dia pada akhirnya alami depresi serta masalah cemas. Analisa dibawah mikroskop tunjukkan jaringan kulit wanita itu normal. Dia diobati dengan obat untuk desakan darah tinggi yang sampai kini dipakai untuk menyembuhkan hematohidrosis. Sesudah konsumsi obat itu, pendarahannya menyusut, tetapi tidak seutuhnya berhenti. Dokter juga memberi antidepresan untuk menangani tanda depresinya.